Kenapa Vagina Bau? dan cara menjaga kebersihanya

Hai kalian para wanita tahu gak sih kenapa vagina bisa bau? Dan bagaimana cara menjaga kebersihanya? Perlu kalian tahu bahwa bau Vagina bisa di sebabkan oleh beberapa hal. Masalah ini tidak hanya membuat seorang wanita tidak percaya diri, namun bisa jadi tanda adanya masalah kesehatan organ intim anda.
Kenapa Vagina Bau? dan cara menjaga kebersihanya
Bener gasih area intim itu bisa berbau dan bagaimana cara agar tidak berbau. Penyebab area itu bau ini penting banget bagi kalian tahu bahwa secara normal area wanita itu mempunyai bau yang khas semua itu terjadi karena lingkungan vagina tersebut.

Perlu kalian ketahui  bahwa bau vagina seorang wanita dapat bebeda-beda dalam siklus menstruasi. Dan tidak perlu khawatir jika vagina Anda bau setelah melakukan aktivitas yang berkeringat. Namun apabila vagina bau di sertai gejala lain seperti gatal, nyeri, atau keputihan Anda perlu waspada. Karena hal itu berarti ada masalah pada daerah kewanitaan Anda.

Kenapa dan apa penyebab Vagina Bau

Mulai dari banyaknya bakteri lactobacillus sp. yang bertahan pada kondisi asam dengan PH sekitar 3,5 sampai 4,4. Yang nggak tahu PH itu apa PH adalah tingkat keasaman. Bau secara normal vagina memang cenderung asam.

Fungsinya untuk membunuh bakteri-bakteri jahat yang kemungkinan bisa tumbuh di area tersebut. Karena gimanapun kan lembab ya didaerah lipatan lalu di dalam juga kan. Bau ini bisa berubah seiring dengan siklus bulanan bahkan tergantung dari aktivitas sehari-hari dan cuaca saat itu.

Misalnya kalian lagi olah raga atau cuaca lagi panas banget dan kalian keringetan lalu saat kalian buka celana dalam atau ganti celana dalam yang otomatis memang akan menjadi lebih bau dan lebih lembab. Ya ini gimana gimana ini tetap bau yang normal karena keringatan tadi. Mau kalian cuci pakai apapun atau kalian kasih pewangi apapun di dalam sana baunya nggak akan berubah dan tidak akan hilang permanen karena secara normal vagina mempunyai bau khas ini.

Hal yang terpenting untuk menjaga daerah kewanitaan atau vagina adalah dengan cara menjaga kesehatan dan kebersihan area tersebut. Berikut beberapa penyebab vagina bau dan macam-macam gejala lainya, untuk mengetahui apakah bau pada vagina berbahaya atau tidak.

Trikomoniasis

Merupakan salah satu dari penyakit menular seksual kondisi ini disebabkan oleh infeksi parasit Trichomonas vaginalis. Penularanya bisa melalui sebuah hubungan badan antara penis dengan vagina atau vagina dengan vagina. Penyakit ini biasanya tidak bergejala, tetapi dapat menular ke pasangan seksual penderitanya. Biasanya untuk bau vaginanya dengan ciri-ciri bau amis atau berbau busuk ini adalah salah satu gejala trikomoniasis.

Vaginosis bakterialis

Secara normal vagina dihuni oleh bakteri baik yang tidak menyebabkan penyakit dan berfungsi untuk melindungi vagina. Dengan cara bakteri tersebut membuat suasana asam pada daerah kewanitaan. Namun apabila pada vaginosis bakterialis jumlah bakteri normalnya berkurang akan membuat tingkat keasaman vagina berkurang maka bakteri lain yang bisa menyebabkan penyakit akan mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat membuat terjadinya infeksi di dalam vagina. Salah satu gejala yang muncul dari kondisi ini adalah vagina bau. Ciri-ciri baunya pada penyakit ini adalah amis atau seperti bau ikan, sesudah melakukan hubungan intim. Selain itu vagina akan mengelurakan keputihan berwarna putih atau abu-abu yang encer atau berbuih.

Cara menjaga kebersihan vagina

Penyebab timbulnya vagina bau adalah kurangnya menjaga kebersihan daerah kewanitaan. Berikut ini cara menjaga kebersihan daerah kewanitaan anda:

Jaga kebersihan area Miss V

Apabila anda sedang dalam masa menstruasi perhatikan penggunaan pembalut untuk rajin mengganti pembalut Anda dengan yang baru. Jangan sampai menggunakanya selama seharian dan ingat juga untuk penggunaan pakaian dalam jangan yang ketat dan tidak menyerap keringat. Karena hal itu dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada vagina anda. Selain itu, pada saat setelah buang air besar saat cebok hindari menyeka dari belakang kedepan. Supaya bakteri yang ada di sekitar anus tidak masuk ke dalam vagina Anda. Dan untuk selalu di ingat saat cebok menyeka dari depan ke belakang. Hal ini juga dapat menurunkan resiko infeksi saluran kemih.

Perhatikan kelembapan area Miss V

Jagalah area kewanitaan Anda agar selalu tetap kering, dan gunakanlah pakaian dalam dengan bahan yang nyaman seperti dari bahan katun. Sebaiknya hindari pengunaan celana ketat untuk menghindari peningkatan kelembapan pada daerah kewanitaan yang dapat memicu infeksi dan berkumpulnya bakteri.

Memang vagina bau bisa membuat seorang wanita kurang percaya diri. Terkadang cairan pembersih vagina dengan beragam wewangian jadi solusi pilihan. Dan sebagian wanita merasa lebih bersih dan lebih percaya diri setelah menggunakan cairan pembersih vagina.

Akan tetapi sebelum menggunakanya perlu Anda ketahui bahwa salah satu resiko yang muncul akibat penggunaan pembersih vagina adalah melemah atau berkurangnya bakteri baik vagina, sehingga infeksi jamur, parasit dan bakteri penyebab penyakit vagina lebih mudah terjadi. Sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter mengenai manfaat dan risiko pemakaian cairan pembersih vagina tersebut. Sekian info yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat dan terima kasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel