Pembahasan Lengkap Kapan Nyeri Perut Menstruasi/Haid Berbahaya dan Cara Mengatasinya

Pernah nggak sih kalian para wanita  mengalami perut sakit banget saat hari pertama menstruasi? Beberapa para wanita pasti pernah mengalami yang namanya rasa sakit perut bagian bawah kalau lagi dapet atau mens di hari-hari pertama. Banyak juga yang menanyakan sebenarnya sakit perut ini berbahaya atau tidak? Apakah dia tanda-tanda dari suatu penyakit tertentu atau memang proses normal yang wajar untuk di alami oleh para wanita di hari-hari awal saat menstruasi.
Ya untuk kali ini akan saya bahas tentang kenapa bisa nyeri perut saat haid dan bahaya tidak sih? Kapan nyeri perut ini tergolong normal dan kapan yang harus di waspadai. Menstruasi adalah proses meluruhnya pembuluh darah di dinding rahim yang di persiapkan untuk kehamilan bila terjadi pembuahan.

Jadi saat seseorang menstruasi sebenarnya yang terjadi adalah dinding dalam rahim atau endometrium yang berisi pembuluh darah, itu akan melepas atau kaya mengeletek dan dia akan meluruh pelan-pelan karena nggak terjadi kehamilan karena tidak terjadi pembuahan.

Tadinya darah ini bakal jadi kaya salah satu jalur sumber nutrisi untuk si janin kalau terjadi kehamilan. Tetapi karena seseorang yang belum menikah dan tidak terjadi pembuahan. Akhirnya batal hamil atau nggak jadi hamil maka akhirnya dindingnya meluruh karena sudah tidak ada fungsinya lagi maka saat itulah terjadi menstruasi.

Terus kenapa bisa nyeri saat haid? Setelah darah meluruh dari dinding rahim maka supaya darah bisa keluar dengan lancar rahim akan berkontraksi secara ritmik dan periodik untuk membantu bisa keluar dengan lancar. Gambaran singkatnya seperti ini misalnya  usus besar kita yang berkontraksi kalau kita mau buang air besar, ususnya akan melakukan gerakan itu supaya isinya turun atau kotoran yang ada di usus anda turun.

Inilah gambaran yang terjadi pada rahim seorang perempuan ketika saat menstruasi maka rahimnya akan berkontraksi untuk membantu mengeluarkan isinya yang sudah tidak dibutuhkan yaitu darah kotor. Sebenarnya istilah darah kotor ini itu karena darah tidak di butuhkan lagi oleh tubuh bukan berarti kotor yang kotor gimana gitu nggak.

Kontraksi yang terus menerus ini akan menyebabkan pembuluh darah di rahim itu terjepit akhirnya sebagian pasokan oksigen dan nutrisi menurun hingga menyebabkan rasa nyeri. Nah itulah yang sering dirasakan nyeri saat menstruasi. Di tambah faktor lain Prostaglandin ini yang bikin tambah nyeri kondisi ini dalam medis disebut Dismenore atau keram menstruasi.

Nah dismenore ini sering kali terjadi pada wanita yang belum melahirkan baik remaja umur 20 an atau 25 tahunan selama wanita itu belum melahirkan rasa nyeri yang di alami itu sering kali lebih berat di banding wanita yang udah melahirkan atau bahkan tidak ada sama sekali. Ada juga yang di sertai dengan gejala-gejala mual, muntah, pusing, nggak enak badan itu masih dalam batas wajar selama nggak berlebihan dan tidak mengganggu aktivitas Anda.

Baca Juga:



Ada beberapa tips untuk mengatasi rasa nyeri saat menstruasi atau Dismenore yaitu dengan cara:

1. Dengan cara tradisional terlebih dahulu yaitu pakai botol di isi air hangat

Caranya botol yang di isi air hangat tadi di guling-guling di perut, air hangat ini bikin anda jadi lebih rileks, bikin rasa nyeri tidak terlalu berasa sehingga keram perut saat menstruasi jadi mereda. Itulah cara mudah dan terjangkau dilakukan oleh siapapun dan dimana pun.

2. Selalu olah raga secara teratur

Tips kesehatan dimana mana itu pasti harus olah raga secara teratur. Tapi bukan berarti saat kalian pas udah mulai mens nyeri perut baru olah raga lah ya nggak gitu juga. Memang olah raga saat menstruasi itu lebih ringan dibanding saat kalian hari-hari biasa saat tidak mens. Olah raga ini akan membantu otot-otot panggul supaya aktif bergerak meningkatkan aliran darah ke daerah tersebut sehingga rasa nyeripun tidak terlalu besar dan tidak terlalu berasa. Tapi ingat olah raga ini harus jadi kebiasaan bukan semacam obat atau terapi yang kalian lakukan cuman pas kalian kram menstruasi aja.

3. Untuk makanan perbanyak sayur dan buah, kurangi food additives

Perbanyak makanan sayur dan buah, jangan makan-makanan yang tinggi lemak, terlalu asin, atau terlalu manis. Tubuh anda mengalami perubahan fisik menjelang menstruasi jadi lebih gampang kembung atau begah,  berasa bengkak,  berat badan naik ini semua bisa diperparah oleh makan yang kita makan. Contohnya kalau makan-makanan asin garam itu mempunyai sifat water retention artinya dia akan menarik air dari lingkungan sekitarnya.

Jadi kalau makan-makanan asin banget akhirnya badan kita jadi bengkak jadi kaya berat karena air, jadi saat makan dikit berasa begah, perut berasa kembung. Dan untuk makanan berlemak seperti gorengan terutama lemak jenuh itu sebaiknya dihindari karena bisa memicu prostaglandin yang lebih tinggi akhirnya tingkat inflamasi dalam tubuh menjadi meningkat bikin nyeri haid lebih berasa sakit banget.

4. Stress management yang baik

Turunkan stres kalian karena stress merupakan sumber dari beberbagai penyakit dan stres juga dapat menurunkan imunitas tubuh sehingga rentan terkena penyakit. Mengatasi stres bisa dengan cara meditasi, olah raga, jalani hobi anda, tidur yang cukup dan lain sebagainya.

5. Minum obat pereda nyeri

Kalau kalian sudah melakukan 4 tips di atas  tapi masih nyeri kaya udah nggak kuat lagi, tingkat ambang nyeri orang kan berbeda-beda  dan ketahanan seseorang dalam nyeri itu juga beda. Kalian bisa minum obat  pereda nyeri, Biasanya sih kalau obat nyeri bisa pakai obat Asam Mefenamat atau yang lainya. Tapi sekali lagi harus sesuai dengan dosis dan aturan pakai. Ini adalah pilihan terkahir benar-benar kalau yang tips lain sudah tidak bisa dan tidak bisa di tahan lagi.

Intinya nyeri saat haid itu wajar dialami semua wanita terutama mereka yang belum melahirkan. Tapi ada juga nyeri saat haid yang memang merupakan gejala atau tanda dari suatu penyakit-penyakit tertentu kapan kalian harus khawatir dan kapan harus di cek kedokter.

Apabila kalian mengalami gejala nyeri seperti berikut ini:

1. Nyeri setiap hari sepanjang hari haid

Jadi bukan nyeri di awal-awal haid saja tapi nyerinya bertahan misalnya kalau kalian mens 7 hari dan 7 hari itu nyeri terus. Bahkan sampai tidak  bisa beraktifitas, sampai pingsan, benar- benar harus diatas kasur saja, dan tidak bisa ngapa-ngapain. Nah ini memang mencurigakan dan sebaiknya kalian waspada apa lagi kalau ada gejala lainya.

2. Nyeri perut progresif (makin lama makin sakit)

Dalam arti mens bulan ini sakit perut banget walaupun nggak sampai 7 hari, dan bulan berikutnya saat mens lagi semakin sakit lagi dari sebelumnya, dan bulan berikutnya semakin sakit lagi. Jadi artinya semakin kebelakang intensitas sakit kalian semakin meningkat. Nah ini bisa jadi tanda tanya karena ini bisa jadi tanda dari penyakit yang lebih serius di kandungan Anda, dan harus konsultasi kedokter.

3. Perut semakin membesar

Seiring kalian semakin nyeri setiap bulan semakin sakit, dan perut setiap bulan semakin besar. Nah ini harus di cek karena takutnya ada kista yang nempel yang nggak bisa keluar sehingga makin lama perut anda semakin membesar.

4. pendarahan diantara siklus haid (termasuk kedalam Abnormal Uterine Bleeding)

Adanya pendarahan diluar siklus haid misal antara haid bulan lalu dan bulan ini kalian mengeluarkan darah yang lumayan banyak atau bahkan bukan cuma sekedar pendarahan ringan hal itu perlu diamati.

5. Menstruasi yang banyak dan panjang (termasuk kedalam Abnormal Uterine Bleeding juga)

Bahkan mendadak darah menstruasi kalian jadi banyak banget padahal sebelum-seblumnya nggak pernah kaya gitu. Sudah darah banyak disertai rasa nyeri lagi.

6.keputihan yang masif (banyak banget) berbau busuk disertai nyeri perut bawah

Apabila kalian mengalami keputihan yang masif dalam artian banyak banget keluar terus dan berbau busuk. Baunya itu tidak kaya bau cairan vagina biasanya untuk bau secara normal vagina itu memang asam pH nya.

Kalau kalian mengalami gejala-gejala yang sudah di sebutkan tadi kalian harus mulai waspada dan sebaiknya cek langsung  ke dokter. Karena hal tadi bisa jadi adalah tanda dari penyakit seperti Endometriosis, Adenomiosis, Uterine fibroids, PID (pelvic Infalmmatory Disease) dan lain sebagainya.
Info-info diatas saya dapat dari berbagai sumber. Demikian info yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat dan terima kasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel